1. What was one thing that worried you about coming to an unfamiliar country ?
One thing I was afraid about coming to the United States was I couldn't understand what people expected of me because of the difference in culture. And I was afraid that I couldn't understand what people tried to say to me if they talked to fast.
2. How did you deal with your homesickness ?
I tried not to be alone in my room by myself, be part of the family and try to keep busy. It's hard for me the first time. My family called every week and every time I finished talking with them I felt homesick.
3. Was it hard to understand and speak the language ?
It wasn't really hard to speak English, but it was hard for me to understand because most of them talk so fast. And it's hard for them to understand me because of my pronunciation.
4. What is the difference between living with your own family and with your host-family ?
Living with your own family you feel more freedom than living in a host family. Like you can't use anything without their permission and you have to deal with their house regulations. But it's a great experience. Especially if you leave with three or four host families in one year.
I have to admit American food is great ! Indonesia food are very spicy. They love to put a lot of spices in their food.
6. Tell the difference between school in your country and your host-country ?
The school is very different. In America they switch classes and there are only three classes every day. Each class is one hour and thirty-five minutes. They can take subjects according to their interest so it's not like we have in Indonesia. Kids in America already have a package of subjects that they must take and there are thirteen subjects total. In America I took six subjects and one class as a teacher's aid. In Indonesia the classes are all college preparation. The other difference in America is they don't wear uniforms but in Indonesia we wear it every day. In America students speak up and join in on group discussions in class; in Indonesia we mostly only listen to what the teacher says, write down notes, and just sit down all day long. Here they switch classes and in Indonesia we sit with the same forty-eight students and we don't switch classes; we wait for the teacher to come to the class for the next period. Each period is forth-five minutes and there are ten periods in a day. We also go to school on Saturday. School clubs and sports are really important in America.
7. What is hard to make friends in the host-country ?
It was hard the first time to make friends here because of the difference in culture. Especially if you are an exchange student. They think you got to travel everywhere while they only stayed in America all their lives. But after you got to know them they are really friendly.
8. How do teenagers handle relationship in your country ? What is the difference here ?
In America I think it's more freedom. Most American people are not very strict in religion so some of them would think doing sex and drugs is pretty legal according to their religion.
9. How did you deal with religious worship ?
It was kind of hard for me because I'm a Moslem and my host family is a Christian. But they allowed me to go to the Mosque and pray and fast on Ramadhan month. They give me a religious freedom. I also told my host family that I couldn't eat pork because of my religion. I worked just fine.
10. What makes you want to be an exchange student ? Is it your choice or your parent's ?
I want to be an exchange student because I believe by joining this program I could meet and make friends in other countries and I could enrich my knowledge. It was my own choice.
1. Hal apa yang menakutkan kamu ketika datang ke negara asing?
Satu hal yang menakutkan ketika datang ke USA, saya takut tidak dapat mengerti apa yang orang-orang harapkan dari saya. Dan saya juga takut tidak dapat menanggapi apabila mereka berbicara terlalu cepat.
2. Bagaimana kamu membiasakan diri dengan rasa "homesick"?
Saya mencoba untuk tidak mengurung diri di kamar. Belajar menjadi bagian dari keluarga angkat dan menyibukkan diri adalah hal terbaik. Pertama memang susah, terutama ketika keluarga saya menelpon seminggu sekali dari Indonesia. Saya merasa kangen.
3. Apakah sulit untuk mengerti dan berbicara bahasa setempat?
Untuk berbahasa Inggris tidak terlalu sulit. Tetapi untuk mengerti apa yang mereka katakan agak sulit karena mereka bicara terlalu cepat. Dan mereka juga mengalami masalah yang sama dalam usaha untuk mengerti saya, karena pengucapan kata-kata saya yang berbeda.
4. Apa saja perbedaan antara tinggal dengan keluargamu dan keluarga angkat?
Tinggal dengan keluarga sendiri terdapat lebih kebebasan daripada tinggal dengan host-family. Seperti misalnya kita tidak boleh memakai sesuatu tanpa izin dan kita harus menuruti peraturan di rumah setempat. Semuanya adalah pengalaman yang mengesankan. Terutama jika kita dapat tinggal bersama tiga atau empat keluarga yang berbeda dalam satu tahun.
5. Bagaimana rasa dan variasi makanannya?
Saya harus mengakui makanan Amerika lezat. Makanan Indonesia terlalu pedas dan berbumbu. Orang Indonesia bertendensi untuk memberikan banyak bumbu dan sambal dalam makanan mereka.
Sistem sekolahnya sangat berbeda. Di Amerika murid-murid harus ganti kelas tiap saat dan sehari hanya ada tiga kelas. Sementara di Indonesia kita tetap tinggal di kelas dengan empatpuluh delapan murid yang sama. Kita menunggu untuk guru datang ke kelas. Tiap kelasnya empatpuluh lima menit dan sehari ada sepuluh kelas. Kita juga pergi sekolah hari Sabtu. Di Amerika, tiap kelasnya berlangsung selama satu jam dan tigapuluh lima menit. Mereka memilih kelas atau pelajaran sesuai dengan minat masing-masing, berbeda dengan sistem di Indonesia. Murid-murid di Indonesia mempunyai satu paket pelajaran yang harus mereka ambil dan tiap paket berisi tigabelas mata pelajaran. Di Amerika saya mengambil enam mata pelajaran dan satu kelas sebagai asisten guru. Di Indonesia, semua mata pelajarannya untuk persiapan ke Universitas. Satu perbedaan lagi adalah di Amerika murid-murid tidak harus memakai seragam sekolah, tidak seperti di Indonesia. Di Amerika, murid-murid aktif berpartisipasi di kelas, ikut berdiskusidalam kelas. Sementara di Indonesia, murid-murid hanya mendengarkan guru menjelaskan pelajaran, mencatat dan duduk diam di kelas. Kegiatan ekstrakurikuler seperti olah raga dan klub sangat penting di Amerika.
7. Apakah sulit untuk mencari teman baru di negara yang kamu kunjungi?
Pertama-tama agak susah untuk mencari teman karena perbedaan budaya, terutama jika kamu ikut program pertukaran pelajar. Mereka pikir kamu cool karena mendapat kesempatan untuk jalan-jalan ke negara lain. Sementara mereka hanya tinggal di Amerika seumur hidup mereka. Tetapi setelah kamu mengenal mereka lebih dekat, mereka sangat ramah.
8. Bagaimanakah remaja di negara asalmu dalam urusan pacaran? Apakah perbedaannya?
Di Amerika menurut saya lebih bebas. Orang Amerika umumnya tidak terlalu religious, jadi mereka pikir untuk berhubungan sex sebelum nikah dan menggunakan obat terlarang adalah lumrah.
9. Bagaimanakah kamu menangani masalah keagamaan?
Buat saya agak susah karena saya Muslim dan keluarga angkat saya menganut agama Kristen. Mereka mengijinkan saya untuk pergi ke Mesjid, sholat dan puasa di bulan Ramadhan. Mereka memberi kebebasan dalam beragama. Saya juga memberitahu keluarga angkat saya bahwa saya tidak boleh makan babikarena saya Muslim.
Saya ingin menjadi pertukaran pelajar karena saya ingin bertemu dan berteman dengan orang-orang dari negara-negara yang berbeda. Dan saya ingin juga dapat menambah pengetahuan saya. Untuk menjadi pertukaran pelajar ini adalah pilihan saya sendiri. Orangtua cuma mengikuti keinginan saya saja.

Dinda Ritola : dinda_tasmaya@hotmail.com