Banyak orang menganggap bahwa kebanyakan imigran itu datang dari negara-negara Amerika Latin, seperti Meksiko, mereka tidak mengetahui bahwa sebenarnya ada regional yang menyumbangkan lebih banyak imigran ke seluruh dunia, yaitu kawasan Timur tengah dan Afrika Utara. Negara-negara tersebut, mayoritas penduduknya muslim, menunjukkan peningkatan yang sangat signifikan dalam jumlah para imigran yang pergi dari negara itu dan terutama menuju ke Amerika Serikat.
Namun, sejak tragedi 11 September 2001, pandangan miring tentang para imigran muslim mulai timbul. Banyak negara yang melakukan pengawasan lebih ketat terhadap para imigran muslim tersebut. Hal itu karena ketakutan masyarakat negara tujuan migran terhadap "terorisme" yang selalu diidentikkan dengan orang muslim.
Mari kita lihat lebih jauh.
a. Apakah definisi terorisme itu? Terorisme adalah sebuah perlakuan yang bermaksud untuk menimbulkan teror atau ketakutan kepada masyarakat dan dilakukan oleh sekelompok masyarakat dengan tujuan untuk memaksakan ideologi mereka. Perbedaan "terorisme" dan "perang" adalah terorisme melenceng dari hokum-hukum peperangan dan pelaksanaan dan targetnya selalu tiba-tiba dan acak. Kebanyakan dari korban dari aksi terorisme adalah rakyat sipil tidak berdosa.
Definisi resmi terorisme menurut PBB adalah sebuah aktivitas yang menyebabkan kematian atau penyiksaan terhadap masyarakat sipil atau yang tidak bersalah dengan tujuan untuk menekan masyarakat atau mendikte pemerintah atau organisasi internasional untuk melakukan atau tidak melakukan sesuatu. Kalau menurut Departemen Pertahanan Amerika Serikat adalah sebuah kegiatan dengan koordinasi yang melanggar hukum atau sebuah kegiatan tidak berdasar hukum yang bertujuan untuk menimbulkan ketakutan dengan tujuan untuk mencampuri atau menekan pemerintah atau masyarakat dengan tujuan politis, religious atau ideologis.
Teroris, apakah sama dengan ekstrimis? Dalam masyarakat sekarang, terjadi pergeseran pemikiran yang menyebabkan penyamaan arti antara teroris dan ekstrimis. Sesungguhnya itu salah, sebab ada perbedaan yang sangat besar diantara keduanya. Terorisme adalah sebuah cara untuk menekankan sebuah tujuan dengan cara kekerasan fisik. Sedangkan ekstrimisme adalah cara untuk mengubah cara pandang terhadap sebuah ideology atau pandangan politik tanpa cara kekerasan.
Perlakuan terhadap Imigran Muslim Sejak kejadian 11 September 2001, pandangan masyarakat dunia terhadap Muslim dan Islam menjadi sangat buruk. Simpati yang diberikan kepada masyarakat muslim ditarik dan diganti menjadi kecaman yang bertubi-tubi. Sebagian besar masyarakat di dunia ini menganggap bahwa Islam adalah teroris dan terorisme adalah tujuan utama orang Islam.
Implikasi dari itu ialah pendapat bahwa imigran muslim itu membahayakan keamanan negara. Aksi-aksi penjarahan,pencurian,perampokan dan lain-lain sering dilakukan oleh para imigran muslimyang sudah frustasi menghadapi keadaan terkucil itu karena tidak jarang di tempat-tempat umum mereka dihina dan mendapat perlakuan yang tidak mengenakkan dan masjid-masjid dan fasilitas milik orang muslim dirusak.
Tapi, mulai dari awal tahun 2005, perlakuan seperti itu sudah mulai memudar. Masyarakat dunia sudah semakin mengetahui bahwa tidak semua Muslim itu kejam dan sebagaian besar bahkan merupakan orang-orang yang baik dan berpotensi dalam berbagai bidang. Imigran muslim mulai mendapat perlakuan yang baik dan tidak lagi mendapatkan pengucilan dari masyarakat sekitar. Sudah banyak imigran muslim yang kembali menjadi pelaku pasar dan masuk ke dalam kehidupan masyarakat yang normal. Kawasan-kawasan seperti Little Pakistan dan Little Arab di berbagai negara di eropa dan Amerika mulai tumbuh kembali. Hasil dari perlakuan seperti itu adalah kehidupan para imigran muslim semakin terorganisir. Mereka sudah hidup normal.
References:
http://www.undemocracy.com/A-RES-4960/page_4/rect_103,807_894,899
http://caselaw.lp.findlaw.com/casecode/uscodes/18/parts/i/chapters/113b/toc.html