Salma Story

Salama dalah seorang muslim berusia 30 tahun dan tinggal di sebuah desa kecil di Dhaka. Ia seorang yatim piatu dan tidak pernah sekolah. Ia sudah menikah namun sudah bercerai 14 tahun yang lalu dan sejak saat itu ia membesarkan tiga orang anaknya. Karena tidak memiliki keluarga dan kerabat, tak ada satupun yang membantunya. "Aku tak punya suami, akupun tak punya uang, aku tak punya barang-barang untuk diwariskan. Aku tak punya tabungan, dan aku harus membayar sewa sebuah rumah kecil. Hidup memang sulit". Awalnya Salma bekerja di sebuah rumah orang kaya di desanya. Namun itu tak cukup untuk memberi makan anak-anaknya. Ia berhenti bekerja dan mulai berjualan sayuran.

Penghasilannya 2000 hingga 2500 taka (40 - 50 dolar Amerika) per bulan, namun ini tetap tidak cukup. Suatu hari ia pergi berjualan sayuran ke rumah orang kaya. Pemilik rumah menganjurkannya untuk bekerja di luar negri dan segera menawarkan dirinya kea gen penyalur. Salma kemudian menyetujuinya dan menemui agen penyalur. Agen penyalur mengatakan pada Salma bahwa uang yang harus ia bayar untuk bekerja di Bahrain sebesar 50.000 taka (1000 dolar Amerika) - uang yang banyak. Kemudian ia meminjam uang dari rentenir dan meinggalkan anak-anaknya dan mantan ibu mertuanya lalu tinggal di Bahrain sejak 1996.

Tanpa pengetahuan tentang bahasa Arab, Salma menemui kesulitan dengan majikannya dalam berkomunikasi pada awalnya. Majikannya selalu marah dan memukulnya ketika ia merasa tidak puas. Makanan merupakan masalah lain, ia tak bisa makan makanan Arab karena itu sangat berbeda. Ia hanya makan roti setiap hari. Namun setiap tiga bulan, ia mulai menguasai bahasa arab dan mulai tebiasa dengan tantangan. Ia bekerja sangat berat, bangun pukul empat pagi dan tidur pukul satu dini hari. Ia hanya dibayar 3000 taka (60 dolar Amerika) per bulan, padahal iya dijanjikan 4000 taka (80 dolar Amerika). Ia mengirim 3000 sampai 4000 taka ke rumah setiap tiga atau empat bulan dan menyimpannya sebagian untuk dirinya. Ia tinggal di Bahrain selama dua tahun tujuh bulan, sampai ia sakit. Karena ia tidak diasuransikan oleh majikannya, dan majikannya tidak membayar uang kesehatan untuknya, Salma menghabiskan 40.000 taka (800 dolar Amerika) untuk pengobatannya. Setelah pembayaran 50.000 taka ia memiliki sisa uang. Meskipun ia ingin melanjutkan pekerjaannya di Bahrain, penyakit memaksanya untuk pulang. Sejak ia sembuh dari penyakitnya, kemudian ia berencana untuk pergi ke luar negri lagi.