Tim kami terdiri dari dua mahasiswa dan satu murid SMA yang berada di Bandung, Indonesia. Mereka bernama Arif, Inas, dan Satya; dua mahasiswa yang belajar di Nanyang Technological University, Singapore yang bernama Gita dan Anjar; dan satu mahasiswa yang belajar di Wesleyan University, USA yang bernama Satrio.
Walaupun kami semua berkewarganegaraan Indonesia, beberapa dari kami telah mengalami migrasi secara langsung ketika menempuh ilmu di tingkat universitas di negara lain. Tidaklah mustahil jikalau pendidikan yang ditempuh ini nantinya akan mengantarkan kami untuk bekerja sebagai pekerja migrant di luar negeri. Menyadari bahwa migrasi telah menjadi tren di abad 21 ini - yang tidak terelakkan dikarenakan efek dari globalisasi - kami sadar bahwa siswa di bagian negara lain mungkin atau bahkan akan mengalamani hal serupa. Kami merasakan perlunya untuk membagi pengetahuan tentang migrasi ini dengan siswa lain untuk membuat mereka lebih sadar akan mobilisasi masyarakat dan akibatnya bagi dunia.
Di samping itu, banyak isu yang berkaitan dengan imigrasi yang telah menjadi topik dari debat yang berkepanjangan di beberapa pemerintahan, seperti kebijakan imigrasi, imigrasi illegal, dan isu social yang lain. Kami ingin membagi pandangan yang obyektif dengan memaparkan pandangan dari dua belah pihak: pihak yang mendukung imigrasi, dan pihak yang tidak mendukung imigrasi. Mengapa orang-orang setuju akan migrasi dan mengapa yang lain tidak - kami mencoba untuk mendapatkan poin-poin positif dari setiap argument dan memaparkannya dengan cara yang sesuai. Kami berharap untuk dapat memberikan pandangan yang terbaik bagi siswa dan menunjukkan pada mereka bahwa ada banyak cara untuk melihat fenomena migrasi ini; bahwa migrasi sebenarnya menguntungkan ekonomi dunia secara keseluruhan; bahwa migrasi telah membantu begitu banyak orang di negara-negara dunia ketiga untuk bertahan hidup.
Kami merasa sedih jikalau migrant, terutama pekerja migrant, dituduh dan dijadikan kambing hitam dari beberapa masalah yang muncul dari proses migrasi. Bahkan intan pun memiliki cacat; tidak ada satu hal pun di dunia ini yang sempurna. Efek dari migrasi pasti ada yang tidak mengenakkan. Migrasi itu sendiri telah terbukti menguntungkan bagi negara-negara dunia pertama dan ketiga, dan juga bagi negara lain tentunya, selama migrasi dilaksanakan dengan peraturan yang adil. Bukan "Tolak migrasi!" yang harus kita kumandangkan. Akan lebih baik jika kita bertanya, "Apakah ada yang bias kita lakukan untuk memaksimalkan ekonomi dan memberikan porsi yang sama untuk semu orang?"