Multikulturalisme di Kanada

Di dunia ini terdapat ratusan bahkan ribuan etnis dan suku budaya yang memiliki berbagai perbedaan dalam berbagai hal, terutama watak dan dasar pemikiran. Tapi dalam dunia masa kini, anda tidak bisa lagi membatasi pergaulan hanya dengan beberapa etnis tertentu saja. Dunia saat ini sudah tidak terbatas dan tidak mengenal perbedaan etnis, itulah salah satu prinsip dari dunia versi 3.0. Dan ternyata semua itu bisa dilakukan dengan baik, seperti misalnya di Kanada.

Kanada dikenal sebagai salah satu negara dengan jumlah kultur penduduknya paling banyak di dunia. Dari sekitar 40 juta penduduk Kanada, anda akan menemukan budaya, bahasa, etnis dan aksen dalam satu negara yang tidak akan anda temukan di negara lain. Lebih dari 200.000 imigran masuk ke sana setiap tahunnya. Etnis Cina, Jerman, Ukraina, Doukhbor, Hungaria, Asia Selatan dan Vietnam merupakan beberapa etnis yang paling dominan disana. Mereka pergi ke sana karena mendengar keadaan di Kanada yagn sangat terbuka, saling menghormati dan damai untuk para imigran dari manapun.

Sejarah
Ratusan tahun yang lalu, penduduk "asli" kanada datang dari Asia dengan melintasi gunung-gunung es untuk mencapai Amerika Utara. Lalu setelah menetap lama disana, mereka menyebar ke berbagai negara. Inilah yang mengawali kekayaan akan kebahasaan dan kebudayaan yang ada di Kanada. Kemudian, 500 tahun yang lalu, orang Eropa mulai masuk ke Kanada, diawali oleh Prancis dan disusul oleh Inggris. Lalu pada abad ke 18, Inggris yang berada di USA kalah dalam revolusi Amerika dan mereka diusir menuju ke British North America (Kanada). Inilah yang mengawali multikulturalisme di Kanada.

Kebijakan Multikulturalisme
Pada tahun 1971, pemerintah Federal Kanada meluncurkan kebijakan mengenai multikulturalisme di Kanada.Kebijakan ini tidak hanya mendukung pluralisme di Kanada, tetapi juga membuat semua orang Kanada dipaksa untuk menerima perbedaan ini dan mengajak para imigran ini untuk berpertisipasi penuh dan setara dalam kehiduppan bermasyarakat di Kanada.

Ada beberapa hal yang menyebabkan dikeluarkannya kebijakan ini. Salah satu factor yang paling mempengaruhi adalah pada pertengahan 1960an, terjadi banyak masalah antara hubungan Inggris -Prancis di Kanada. Lalu pemerintah menunjuk beberapa orang untuk dijadikan Royal Commission untuk mempelajari dan mencari pemecahan masalah tersebut. Akhirnya Royal Commission itu menyebar ke seluruh penjuru negeri dan menemukan suatu hal yagn mencengangkan, yaitu mereka tidak hanya mendengar dan bertemu oleh etnis Inggris dan Prancis, tetapi juga berbagai bahsa dan etnis lain. Selain itu mereka juga menemukan banyak sekali hasil kebudayaan lain yang dibentuk oleh etnis lain selain Inggris dan Prancis.

Akhirnya, pada Book of Report Volume IV, Royal Commission mengusulkan agar semua institusi kanada memikirkan tentang multikulturalisme dalam semua kebijakannya. Untuk mengawali itu, mereka mengusulkan agar Inggris dan Prancis dijadikan bahasa Nasional Kanada. Mereka juga menanamkan dasar pengetahuan bahwa multikulturalisme merupakan asset untuk pembangunan. Akhirnya semua provinsi menerapkan itu dan pucaknya pada 1988, Peraturan C-93 (Bill C-93) diluncurkan tentang Kebijakan Multikultural Kanada. Ini merupakan keputusan formal pertama tentang kebijakan multicultural.

Perbedaan Ras dan Etnis serta Prospeknya
Perbedaan dalam populasi merupakan salah satu cirri dalam kehidupan di Kanada. Dalam sensus di Kanada, lebih dari 30% warga negara Kanada merupakan warga keturunan selain Inggris dan Prancis. Persentase itu terpusat di Timur Kanada dan Ontario. Untuk daerah pinggiran, seperti Quebec, mayoritas tidak hanya mereka yan lahir di Kanada, tapi sudah sejak orang tua dan kakek-kakek mereka. Jadi di daerah rural, hanya sedikti orang kelahiran luar Kanada. Tapi berbeda dengan kota-kota besar seperti Vancouver dan Toronto, hanya sekitar 33% penduduknya yang lahir di luar Kanada.

Di banyak negara, kehidupan imigran berarti kehidupan yang menyedihkan, tidak sejahtera dan bodoh. Tapi itu semua bisa diatasi di Kanada. Hampir semua imigran ke sana sekarang menjadi orang yang berada di kalangan menengah dank e atas. Mereka menjadi orang-orang yang sejahtera, pandai dan memiliki pekerjaan yang layak. Selain itu, mereka juga tidak mengalami masalah laten imigran, yaitu tidak rukun dengan tetangga dan penduduk asli. Contoh yang paling jelas adalah statistic pelajar di University of Toronto. Lebih dari setengah dari mahasiswa disana merupakan ras kulit berwarna (bukan putih) dan 40% adalah orang-orang Asia, terutama Asia Selatan dan Cina. Hanya 30% yang dari negara dengan bahasa Inggrus.

Apabila kita lihat prospek ke depannya, dengan diversitas ras dan etnis ini, akan bisa menjadikan pembangunan yang sangat maju di Kanada. Selain itu, pembangunan di Kanada, apabila memperhatikan perbedaan ras ini, akan menjadi pembangunan, baik ekonomi maupun social, yang ramah dan bisa diterima oleh dunia, sebab dibangun dengan berbagai perbedaan yang dituangkan dalam satu pemikiran yang sama.

Referensi :
http://www.pch.gc.ca/progs/multi/ http://www.canadianheritage.gc.ca/progs/multi/index_e.cfm http://patduffyhutcheon.com/Papers%20and%20Presentations/Multiculturalism%20in%20Canada.htm http://interseksi.org/news/files/tag-melting-pot002c-lafadl-inisiatif002c-multikulturalisme-di-indonesia.html http://www.multiculturalcanada.ca/index.htm