Penyensoran mengacu pada perahasiaan wicara dan tulisan yang dianggap dapat membawa dampak buruk bagi masyarakat. Penyensoran moral biasanya dilakukan oleh pemerintah, walaupun kekuasaan agama dan lainnya mungkin mentarget wicara dan tulisan yang tidak mereka setujui. Beberapa media seperti buku dan film disensor karena mereka melintasi batas apa yang dianggap sopan di suatu masyarakat pada suatu waktu. Misalnya, Iran menyensor majalah National Geographic yang emmuat foto cover bertema "cinta". Gereja Katolik Roma menyimpan satu "index" buku yang dilarang untuk dibaca. Uni Soviet menyensor karangan beberapa penulis seperti peraih Nobel Boris Pasternak dan Aleksandr Solzhenitsyn. Di Amerika Serikat, novel seperti James Joyce's Ulysses, D. H. Lawrence's Lady Chatterley's Lover, dan Henry Miller's Tropic of Cancer dilarang selama beberapa tahun sampai pengadilan akhirnya mencabut larangannya.
Target penyensoran lain disebut "rahasia negara", informasi yang penyebarannya dianggap membahayakan bagi kepentingan militer, politik, dan ekonomi dari suatu negara. Misalnya, pemerintahan dari suatu negara mungkin saja menolak publikasi foto yang merekam pelaksanaan keamanan maupun bandara, yang bisa membuatnya rawan terhadap serangan negara lawan. Sementara hal tersebut kelihatannya dibenarkan oleh pemerintahan suatu negara, kita harus berhati-hati untuk tidak menekan opini politik yang mengkritisi kepemimpinan politik demi patriotisme dan kepentingan nasional.
Target penyensoran lain seperti riset ilmiah yang hasilnya bertentangan dengan keyakinan yang dianut oleh orang kebanyakan dapat ditekan oleh pihak yang mengkontrol publikasi. Bahkan lirik dari musik populer (terutama musik rap) sering ditentang oleh orang-orang yang ingin menyensornya.
Penyensoran bukanlah hal yang sederhana. Beberapa melihat restriksi pidato (tulisan atau pidato yang mengekspresikan kebencian terhadap suatu etnis, agama, atau kelompok sosial) sebagai penyensoran. Orang lain menilai hal tersebut baik demi keharmonisan masyarakat. Namun ada pula yang khawatir jika penyensoran dapat menghalangi diri kita dari menyuarakan pendapat dan pandangan kita, berkaitan dengan tekanan politis dan ekonomi. Apapun pandangan kita akan penyensoran, jelas bahwa tidak mengatakan sesuatu sering menimbulkan banyak akibat pada apa yang tidak kita katakan.
Referensi