Seorang penggemar musik dari Singapura; pecandu teknologi dari India; penggemar berat kriket dari Singapura; bass gitaris pecinta burger dari Amerika; fans Potter yang senang belajar memasak dan pecinta film dan Arsenal dari Indonesia; apa yang terjadi jika mereka berkumpul? Yak, tebakanmu tepat, The Credibles. Enam mahasiswa undergraduate dari empat negara yang berbeda bekerja bersama dalam empat zona waktu yang berbeda pula menambah keanekaragaman tim kami. Dan pelatih kami? Pelatih kami adalah pecinta Led Zeppelin yang sangat gemar berkutat dengan motherboard dan prosesor. Beliau adalah seorang profesor fakultas bisnis di suatu universitas di Singapura. Asisten pelatih kami adalah mahasiswa tahun ketiga fakultas Teknik Komputer yang bercita-cita menjadi investment banker.
Jadi bagaimana kami bekerja dalam empat zona waktu yang berbeda? Banyak terima kasih kepada instant messenger dan forum online - medium utama komunikasi tim kami.
Setiap pagi di Atlanta, sore hari di Chennai dan waktu makan malam di Bandung dan Singapura - diskusi online kami setiap minggunya adalah cara yang baik bagi enam orang dari kami, dan terkadang pelatih dan asisten pelatih kami, untuk mendiskusikan apa yang seharusnya diletakkan di dalam website dan apa yang tidak, apa yang terlihat bagus dan apa yang tidak...Sementara salah satu dari kami makan donat untuk sarapannya, yang lain sedang menikmati secangkir teh pada sore hari, dan sisanya duduk di depan komputer mereka sambil menyantap makan malam; kami mempertimbangkan dan berargumen tentang isi dan desain website. Font apa yang sebaiknya diletakkan untuk banner, foto yang bagaimana yang akan dipasang untuk halaman utama, bagian dari video yang mana yang harus diedit, bahkan sampai ke hal-hal yang sangat detail.
![]() |
Teknologi penolongSatu kali diskusi dalam satu minggu tentulah tidak cukup. Ada banyak email rutin, chat, dan panggilan VoIP di antara anggota tim; bahkan SMS dan panggilan jarak jauh pun digunakan agar setiap anggota mengerjakan bagiannya dengan cepat. Proyek yang sebesar ini membutuhkan agar semua anggota tim bekerja secara serempak. Setiap artikel yang ditulis oleh setiap anggota diedit dan diteliti, lalu diterjemahkan oleh yang lain. Video yang ada pun diambil di lokasi yang berbeda lalu digabungkan menjadi satu. |
Diskusi kami pun tidak terbatas pada kerja saja. Kami punya kesempatan untuk bertukar kultur yang berbeda - musik, film terbaru, politik, kehidupan asrama dan yang tidak. Kami pun keranjingan akan musik pop dari Indonesia (yang diperkenalkan oleh partner kami dari Bandung) yang dapat menyegarkan pikiran kami ketika lelah bekerja.
Anggota dalam tim kami terpisah sejauh beribu-ribu kilometer, hampir semua dari kami tidak pernah bertemu satu sama lain, tapi ikatan yang muncul selama beberapa bulan terakhir ini adalah suatu hal yang akan selalu kami ingat.
Halaman Sebelumnya
Next Page