Sebuah wawancara dengan Charly Ong, Citibank, Singapura
![]() |
Q. Siapa yang Anda perkirakan paling rawan terhadap ancaman phishing? Apakah siswa sekolah menengah dan mahasiswa perlu menyadari bahaya phishing? |
![]() |
Setiap orang. Yang paling penting adalah kesadaran. Ancaman phishing tidak terbatas pada perbankan saja. Website perdagangan online dan jasa pembayaran online seringkali mengalami ancaman phishing sehingga targetnya bisa siapa saja. |
![]() |
Q. Bagaimana Anda menangani pelanggan yang terjebak phishing? |
![]() |
Maaf, kami tidak punya kekuasaan untuk menjawab pertanyaan ini. |
![]() |
Q. Apa pengamanan yang Citibank ambil - sebagai salah satu bank paling terkemuka di dunia, untuk mengamankan identitas pelanggan dan menjauhkan mereka dari phishing? |
![]() |
Salah satu dari pengamanan terpenting ialah dengan 2-tahap otentifikasi yang baru-baru ini diperkenalkan pada Desember 2006. Sekarang, pengguna memerlukan apa yang ia ketahui (PIN dan password) dan apa yang ia punya (password satu kali pakai yang berdasarkan waktu dan dikirim lewat tanda, SMS). Silakan cek website kami untuk detailnya. |
![]() |
Q. Sebagai catatan yang terpisah, apa saran yang Anda berikan untuk para pembaca kami yang notabene siswa sekolah menengah dan mahasiswa. |
![]() |
Ketika menggunakan internet terutama dalam transaksi yang sensitif, entah itu perbankan, rekening email, maupun perbelanjaan online; kalian perlu menggunakan PC yang kalian percayai dan sebisa mungkin terjaga (beberapa di antaranya misalnya firewall telah dipasang dengan baik, anti-virus dan Sistem Operasi telah diperbaharui) Sebagai tambahan, kalian perlu untuk mengetik URL secara manual dan bukan meng-klik link yang ada dalam email. Terakhir, pengguna harus selalu hati-hati untuk tidak membocorkan informasi rahasia mereka. |



