Blog- Apakah mereka bisa dipercaya?
![]() |
Surat kabar tradisional dan majalah telah tersaingi dengan apa yang disebut sebagai blog (singkatan dari “weblogs”). Apa yang dulunya hanyalah sebuah buku harian online yang orang-orang publikasikan untuk kolega dan dunia sekarang telah menjadi medium dengan sendirinya, dan melahirkan istilah “blogosphere”. |
Blogging (menulis blog) adalah hobi yang umum di kalangan muda (dan orang-orang yang “tidak terlalu muda”). Mengasumsikan jika beberapa pengguna internet membaca blog-blog ini – dan beberapa blog bahkan mengklaim jumlah pembaca yang kurang lebih berjumlah ribuan – bagaimana perlakuan kita seharusnya? Mempercayai mereka, mengutip mereka dalam riset kita, atau menganggapnya sebagai sebuah buku harian biasa? Apakah blogging adalah sebuah perlindungan akan narsisisme umur tiga puluhan ataukah gerbang baru akan jurnalisme masyarakat? Beberapa blogger mengklaim akan kejadian dan kepribadian seperti yang jurnalis berita tradisional miliki. Haruskah mereka mendapatkannya?
Seperti hampir semua topik dalam website ini, jawabannya tidak semudah “ya” dan “tidak”. Beberapa tokoh senior tidak memperbolehkan blog sebagai sumber pengetahuan yang terpercaya, pada dasarnya karena isi suatu blog belum disahkan oleh seorang editor (atau teman-teman dari blogger itu sendiri). Ini adalah kebenaran dan merupakan hal yang penting yang harus diperhatikan. Namun, blog mempunyai kelebihan mereka tersendiri – respon cepat akan suatu kejadian, respon balik (feedback), dan kemudahan update. Seperti tulisan yang lainnya, blog menaruh reputasi penulis secara online, dan berpikir bahwa orang-orang tidak akan memberatkan reputasi mereka yang didapatkan dengan susah payah; yaitu dengan memaparkan pemikiran yang terkadang tidak berdasar. Akan lebih baik jika blogger dapat menunjukkan bukti dan argumen yang menjadi dasar pemikirannya pada pembaca, sehingga pembaca dapat mengaksesnya dan mempertimbangkan ke arah mana bukti-bukti tersebut menunjuk. Akan tetapi terlihat ekstrim untuk membubarkan blog secara keseluruhan. Blog dari sumber-sumber yang dapat dipercaya (biasanya mereka yang telah mendapatkan namanya di jurnalisme, analisis kebijakan, atau di tempat lain) sering mengandung versi berita “pre-pers” sebelum mereka menjangkau media tradisional.
Komentar yang baik di dalam blog adalah komentar yang ditulis dengan penuh pemikiran dan menghasilkan pandangan akan fenomena terkini maupun historis tertentu. Blog yang “breathless” (kamu akan sering menjumpai banyak “oh tidak…” di dalamnya) tentang apa yang selebritis pakai atau tentang “siapa melakukan apa di mana”yang pada dasarnya adalah gosip; nikmati saja dan jangan menyalahartikan mereka sebagai hal lain dari gosip. Motif blog bervariasi: beberapa untuk membagi pengetahuan, beberapa untuk memanjakan ego penulisnya, dan beberapa untuk menghasilkan uang (jika pembaca mengklik iklan yang ada di blog mereka). Masa kini, perusahaan turut menulis blog atas nama mereka atau nama orang-orang mereka. Hati-hati akan blog semacam itu karena terkadang mereka mengandung promosi diri yang tidak semestinya serta usaha pencemaran nama baik, walaupun kamu dapat menemukan pengumuman akan produk dan layanan terbaru dari perusahaan tersebut. Seperti blog-blog yang lain, caveat emptor…para pembaca harap berhati-hati. Konsumsi blog untuk berita selingan, tapi cari bukti-bukti penunjang kesimpulanmu di tempat lain.
Link Eksternal


