PENIPUAN TINGKAT TINGGI - SCAM 419

Seseorang yang mudah dibohongi bisa saja membuat rekening bank baru dan mengirimkan detailnya pada pelaku. Pelaku bahkan kadang mengirimkan cek berisi beberapa ribu dolar untuk membuktikan kredibilitas mereka. Korban akan merasa senang menerima uang itu hanya selama satu minggu setelah cek dicairkan, dan menyadari beberapa minggu kemudian bahwa cek itu hanya deposit palsu, dimana bank lalu akan menahannya dan bukan pelaku aslinya.

Lalu dimulailah permainan ini. Korban akan diberi cerita sedih tentang sogokan yang harus dibayar pada pemerintah, pengacara dan berbagai biaya lain untuk memperoleh dokumen legal. Apabila korban menolak untuk mengirim sejumlah uang, pelaku akan meyakinkan mereka, dengan beberapa email dan telepon, bahwa jumlah yang mereka berikan sangatlah kecil bila dibandingkan dengan apa yang mereka akan dapatkan pada akhirnya. Sekali saja korban terjebak dalam permainan ini, maka dia akan terus memberikan uang lebih dan lebih dengan harapan untuk mencapai kesepakatan dan mendapatkan kembali “investasi” mereka.

Korban akan dihadapkan pada salah satu kemungkinan; kehilangan seluruh pembayaran awalnya atau bahkan membayar uang lebih, dengan mengharapkan balasan yang lebih pula. Dengan begini, puluhan atau ratusan ribu dolar mungkin saja melayang.

Agar kesepakatan semakin sah dan logis, korban bisa saja diundang ke Nigeria untuk menyelesaikan transfer dana. Disinilah permainan akan semakin berbahaya. Banyak korban, yang pergi ke Nigeria dengan harapan mendapatkan kembali uang mereka yang hilang, tidak pernah kembali lagi.

Para pelaku kemungkinan menyogok pihak imigrasi untuk memfasilitasi masuknya seseorang ke Negara tersebut. Korban yang masuk secara ilegal akan diancam oleh pelaku, untuk dilaporkan pada pihak imigrasi, kecuali apabila korban memberikan uang tambahan pada mereka. Korban tersebut kemudian diteror, diperas dan kadang bahkan dibunuh.

Telah terjadi peningkatan pada jumlah kasus dimana seseorang ditipu untuk pergi ke luar negeri dengan harapan untuk mendapatkan uang yang dijanjikan, dan kemudian disandera untuk uang tebusan.

Pada Juli 2001, Sunday Times melaporkan cerita seorang walikota yang pergi dari Northampton ke Afrika Selatan dengan harapan untuk mendapatkan keberuntungan, namun pada akhirnya malah diculik oleh para pelaku.
Terima kasih pada operasi polisi internasional; beliau bebas dalam keadaan selamat walaupun setelah ditelanjangi dan diancam akan dibunuh apabila tebusan £20,000 (sekitar 200 juta rupiah) tidak dibayarkan.
Sungguh merupakan suatu keberuntungan jika sebelumnya beliau dapat memperingatkan istrinya akan situasi tersebut lewat telepon, dalam bahasa Polandia.

Ratusan rekening asli tersebut dapat ditemukan dalam internet, semuanya berbicara tentang hal yang sama--bujukan untuk mendapatkan uang dalam tempo singkat, dan bagaimana semua itu berakhir secara kebalikannya.

Bagaimana agar tidak terjebak dalam tipuan tersebut?

Hanya ada jawaban sederhana--Akal Sehat. Seseorang harus bertanya pada dirinya sendiri apakah ada suatu kemungkinan akan orang asing yang kaya raya yang menghubunginya lewat email yang dikirim secara acak dan menawarkan sejumlah besar uang.

Selain itu, ada juga kasus orang-orang yang terpelajar dan kaya yang jatuh dalam tipuan pelaku. Mereka lalu kehilangan sejumlah besar uang, dan bahkan lebih buruk, terjebak dalam situasi yang membahayakan jiwa mereka sendiri.

Jadi, entah itu keserakahan, kesempatan, atau bahkan jiwa kewiraswastaan yang mengarahkan orang-orang untuk mempercayai email-email palsu ini; mereka harus berpikir dua kali sebelum membalas email tersebut dengan detail personal mereka dan menjadi taruhan di dalam permainan ini.

Halaman Sebelumnya

Translate into English
Klik untuk menerjemahkan

A-  A   A+
(Ubah Ukuran Font)

Navigasi

Artikel Terkait

Link Eksternal

Print This Page
Print Halaman

© The Credibles - You can trust us !