Lima juta dolar, seorang Nigeria yang sangat kaya mentransfer sejumlah uang miliknya itu ke tempat lain dengan menggunakan rekening bankmu – sebuah tawaran yang baik bukan? Bagian paling menyedihkan adalah 99% kemungkinan bahwa kamu tidak akan mendapat sepeserpun dari lima juta dolar itu; dan sebagai gantinya, kamu akan kehilangan berpuluh-puluh ribu dalam kejadian itu .
Kita bisa saja mendapat email acak dari pengguna yahoo atau hotmail yang berkata bahwa pengirimnya adalah seorang kaya dari negara berkembang (kebanyakan dari Afrika, misalnya Nigeria,Benin,Togo dan lain-lain) yang perlu secara “hati-hati” mentransfer uang tersebut keluar dari negaranya. Untuk itu, orang ini berharap dapat menggunakan rekening bank kita dan sebagai imbalan dari “kebaikan” kita, kita akan mendapat sejumlah besar uang. “Advance Fee Fraud” atau penipuan tingkat tinggi--seperti scam; adalah sebuah trik yang mempengaruhi korbannya untuk memberikan sejumlah uang pada pelaku dengan harapan mendapat balasan yang lebih banyak.
Mari kita perhatikan sebuah email yang diterima seorang mahasiswa Singapura baru-baru ini--

Kebanyakan dari kita pasti langsung akan berpikir “Ini jelas tipuan!”, tetapi faktanya scam tumbuh dengan cepat dan berkembang.
Sebuah Tinjauan Historis
Advance Fee Fraud atau penipuan kelas tinggi ini bukan merupakan sebuah konsep yang baru dan bukan juga berasal dari Afrika. Penipuan ini berawal dari akhir abad ke-16 dimana sekelompok orang kaya menerima surat atas nama seseorang yang ditawan di sebuah kastil Spanyol. “Tawanan” ini mengaku tidak bisa mengakses kekayaannya yang luar biasa dan membutuhkan uang untuk menyogok penjaga. Dia berjanji akan memberi imbalan kepada penolongnya berupa sejumlah besar emas dan istrinya yang cantik.
Di era digital, “Tawanan Spanyol” itu lebih dikenal sebagai Nigerian 419 scam. Dinamakan seperti bagian hukum Nigeria yang mereka langgar, email scam tersebut dimulai di awal tahun 90-an di mana beberapa pengagguran muda Nigeria menggunakan cara seperti ini untuk mendapat uang dari orang-orang Barat dengan iming-iming untuk memegang perusahan minyak di Nigeria yang tidak terkontrol.
Bagaimana cara kerjanya?
Rencana ini dimulai dengan sebuah email. Pengirimnya mengaku bahwa dia mewakili sebuah agen pemerintahan yang sudah dibubarkan atau seorang kaya yang baru saja meninggal. Email ini tidak mentarget para pelaku bisnis saja, tetapi mereka juga mengirimnya kepada orang kelas menengah seperti mahasiswa. Petugas gereja juga mengirim permintaan dengan kata-kata menyentuh tentang sumbangan kemanusiaan.
Email-email ini memiliki atribut yang unik.
Mereka biasanya dilengkapi embel-embel “URGENT” dan “CONFIDENTIAL” yang juga berarti “PENTING”.
Biasanya ada bagian dimana terdapat kesalahan pengejaan dan kesalahan tata bahasa yang memberi kesan bahwa pembacanya memiliki tingkat intelektual lebih tinggi dan membuat pembaca menjadi bersimpati pada pengirim.
Email-email tersebut berbicara tentang kepercayaan mereka akan kebaikan si penerima dan berbagai kebaikan lain.
Apabila si penerima termakan bujukan itu dan menjanjikan uang dan membalas email itu dengan data lengkap, si pelaku akan memulai tahap selanjutnya. Penerima akan mendapat ratusan email "resmi", mulai dari formulir pengacara sampai ke bukti pendaftaran. Mereka akan meminta penerima untuk menyediakan detil rekening banknya sehingga mereka dapat menyelesaikan "kontraknya" dan mengirimkan uangnya ke penerima.
Artikel Terkait
Link Eksternal

